Sunday, August 8, 2010

Label

Kita akan dikirikan. Gerak kita akan diberi marjin, batasan, kurungan, penjara. Kita akan ditempeli label, yaitu sebuah definisi yang otoritatif, bahwa kita pemberontak, kita anti-kemapanan, kita kiri, kita ini, kita itu, kita "LAIN", kita harus dibasmi.

Negara-negara besar itu menggaung-gaungkan demokrasi. Apa sih tuntutan demokrasi? Tuntutan demokrasi yang terbesar adalah kebebasan. Namun saat kita menuntut kebebasan, kita akan dipinggirkan. Kita akan dipinggirkan oleh negara-negara besar yang tadinya menggaung-gaungkan demokrasi itu. Kita akan disekap, dibekap, dikurung, dinistakan, dibunuh. Karena kebebasan kita tidak sesuai label. Label mereka.

Kita tidak boleh bersuara yang berbeda. Demokrasi, demokratisasi, sudah punya pengertiannya sendiri. Yaitu pengertian yang dibuat oleh negara-negara besar itu. Demokrasi sudah dibebani oleh pengertian yang sangat definitif dan absolut. Demokrasi bukan soal kebebasan: tapi kepastian absolut tentang power: kekuatan: kapital.

Kita hidup dalam tuntutan-tuntan label. Kita dilabeli. Dan tanpa label, kita tak dapat hidup.

Pendidikan kita dilabeli persamaan, akreditasi, internasionalisasi, sertifikasi, "ISO", piagam-piagam otoritatif. Makin pandai kita membuat kebebasan, makin kejam kita menekankan kebebasan kita hingga orang-orang berpelantingan karena gerak bebas kita. Orang-orang terlempar. Orang-orang terpinggirkan.

Betapa menyedihkan dunia yang bersilat lidah bukan demi kebenaran, tapi demi kebohongan yang disepakati. Apa katamu? Kebohongan yang disepakati? Ya, kebohongan yang disepakati; itulah hidup kita. Label.

1 comment:

Please attach your identity for each comment. Maaf, komentar tanpa identitas pengirim yang jelas, bisa dihapus oleh autor. (Busyet, deh :D)