Sunday, December 6, 2009

Kluckhohn

Kata Kluckhohn, salah satu dari Lima Masalah Pokok Manusia adalah pola hubungan sosial. Misalnya, bahwa manusia secara alamiah ada yang terlahir sebagai pemimpin dan ada yang dilahirkan menjadi pengikut (hubungan hierarkis); manusia secara alamiah berkumpul untuk menghasilkan keputusan terbaik bersama-sama (hubungan kolateral); dan manusia secara alamiah mempunyai hak individu yang sama serta berusaha mempertahankannya (sifat individual).

Tapi batasan Kluckhon masih tidak sempurna. Ia seharusnya menambahkan lagi satu masalah pokok manusia: hubungan gender. Yaitu bahwa hubungan seksual kini merupakan kecenderungan manusia yang sangat alamiah. Dalam urusan seksual, manusia tak lagi menjadi hewan simbolis yang merespons gejala-gejala dengan perangkat-perangkat simbolis (contoh: manusia merespons isyarat komunikasi dengan bahasa; manusia memutuskan baik dan buruk dengan tata moral dan norma).

Dimulai dari Barat, manusia bergerak kembali ke habitatnya: kumpulan hewan instinktif. Artinya, ya --maaf--: binatang-binatang itu. Binatang dalam interaksinya tak menggunakan simbol, tak menggunakan intelektual, namun instink. Kapanpun ada kesempatan seksual, mereka langsung menerkamnya tanpa respons kritis.

Dimulai dari Barat, norma untuk urusan seksual sudah jadi sampah, bertumpuk dengan bangkai Buick tua di junk yard. Lalu kita, masyarakat kelas ketiga yang referensinya selalu saja arah matahari terbenam: "barat", mendapat kiriman melimpah arus limbah. Kita, kumpulan konsumen dungu globalisme ini, sama sekali tak mendapatkan konsekuensi modernisme yang layak dalam hal kemajuan, tetapi justru mendapatkan sampahnya: seks bebas, amoralitas, kegersangan identitas, kemiskinan sikap....

Wassalam.

5 comments:

  1. berra' keh... kose palenggen se mikker

    ReplyDelete
  2. Duk palang! Itu epapote sudah Kak. Tak simple ya. Saya jhu taeh teppa-en noles, keng mun tak ngupdate kose noro' ke kakus, pah e-hapus bi' blogger deghi'.... mari' kah, biddheng e mikrusup

    ReplyDelete
  3. saya ngirim komentar yang da' jeLLas da'...

    ReplyDelete
  4. Bhuh, ma' eBBeb eSSek lantas??? Hihihi...
    "instinktiIIIF", ai laik dis, hihihi (lagi)...

    Btw, dalam sebuah filem, seorang beKKas suami (BS)bertemu deNG-NGan beKKas isterinya (BI), lalu si BS bilang pada BI di dePPan suami barunya (SB) dgn bahasa Rusia (agar SB ga ngerti):
    BS: Aku ingin segera bercinta denganmu
    BI: Aku juga...
    beNNar pergaWlan yg da' mulYa lantas!

    ReplyDelete
  5. LeBBih suka baca komentarnya, "Saya jhu taeh teppa-en noles, keng mun tak ngupdate kose noro' ke kakus, pah e-hapus bi' blogger deghi'.... mari' kah, biddheng e mikrusup." :))

    Kak, kunjungi blog sy jugak (sambih ngiddem menahan......)

    ReplyDelete

Please attach your identity for each comment. Maaf, komentar tanpa identitas pengirim yang jelas, bisa dihapus oleh autor. (Busyet, deh :D)