Thursday, January 15, 2009

Tamak

Kita diikat oleh satu kesamaan dari varietas empirisme, saintifisme, dan industrialisasi; yaitu rasa tamak. Kita selalu merasa kekurangan dan betul-betul kekurangan.

Kita tak dapat menerima kesederhanaan dalam tataran yang katalistik. Kita dikuasai oleh sistem yang menuntut semuanya serba berlebihan; produksi massal; industri habis-habisan dan eksplotasi yang mengerikan. Semakin kita menjual, semakin kita membeli. Semakin banyak ketersediaan, semakin mahal harga barang. Ini zaman yang layak kita caci meski tak kan pernah dapat dihindari!

2 comments:

  1. Memangnya blog ini gak punya Polisi? Awas, posting bernada menghina akan kenna' tilang! Kalau nggak, ya moga bannya bocor! :P

    ReplyDelete

Please attach your identity for each comment. Maaf, komentar tanpa identitas pengirim yang jelas, bisa dihapus oleh autor. (Busyet, deh :D)