Ada benarnya --lalu- jika kita mempercayai bahwa manusia adalah hewan yang mampu berbicara. Tapi itu logika dulu, saat binatang hanya mampu makan dan beranak. Kini, saat binatang telah pintar menghibur dan berhitung, manusia pun tentu sudah jauh berkembang dari definisi yang lugu: hewan berbicara. Ia bukan lagi itu. Ia sudah lebih jauh lagi: hewan yang penuh alasan. Hobi beralibi.
Apa gunanya alasan? Apa hubungan alibi dan eksistensi manusia modern? Jawabannya: pembenaran. Untuk membenarkan segala sesuatu yang --apa sih pada hari ini yang betul-betul benar--?
Sesungguhnya kebenaran begitu sederhana. Begitu dekat. Dan manusia kini telah begitu rumit. Manusia kini telah jauh meninggalkan bentuk lugunya: hewan yang berbicara. Mereka kerepotan dengan sesuatu yang sederhana; mereka terlalu rumit untuk dapat menerima kebenaran. Benar!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
objektivias akhirnya adalah cara kerja kita dalam mengatur subjektivitas... membuang lebih banyak yang tidak kita inginkan... dan parkir sejenak dari facebook ma'le tak gun abicalibi cala ibi ibi' ibi' eLLul...
ReplyDelete