Thursday, January 15, 2009

Tamak

Kita diikat oleh satu kesamaan dari varietas empirisme, saintifisme, dan industrialisasi; yaitu rasa tamak. Kita selalu merasa kekurangan dan betul-betul kekurangan.

Kita tak dapat menerima kesederhanaan dalam tataran yang katalistik. Kita dikuasai oleh sistem yang menuntut semuanya serba berlebihan; produksi massal; industri habis-habisan dan eksplotasi yang mengerikan. Semakin kita menjual, semakin kita membeli. Semakin banyak ketersediaan, semakin mahal harga barang. Ini zaman yang layak kita caci meski tak kan pernah dapat dihindari!

Wednesday, January 7, 2009

Animal Alibicum

Ada benarnya --lalu- jika kita mempercayai bahwa manusia adalah hewan yang mampu berbicara. Tapi itu logika dulu, saat binatang hanya mampu makan dan beranak. Kini, saat binatang telah pintar menghibur dan berhitung, manusia pun tentu sudah jauh berkembang dari definisi yang lugu: hewan berbicara. Ia bukan lagi itu. Ia sudah lebih jauh lagi: hewan yang penuh alasan. Hobi beralibi.

Apa gunanya alasan? Apa hubungan alibi dan eksistensi manusia modern? Jawabannya: pembenaran. Untuk membenarkan segala sesuatu yang --apa sih pada hari ini yang betul-betul benar--?

Sesungguhnya kebenaran begitu sederhana. Begitu dekat. Dan manusia kini telah begitu rumit. Manusia kini telah jauh meninggalkan bentuk lugunya: hewan yang berbicara. Mereka kerepotan dengan sesuatu yang sederhana; mereka terlalu rumit untuk dapat menerima kebenaran. Benar!